Cara Diet Ketogenik

Diet ketogenik merupakan pola makan baru untuk mendapatkan berat badan ideal dengan cara menerapkan kebiasaan makan dengan porsi lemak lebih banyak daripada karbohidrat. Sebenarnya gaya hidup dengan diet ini pada awalnya diperuntukan bagi pengidap diabetes. Namun seiring berjalannya waktu, diet ini menjadi trend dan populer karena terbukti efektif.

Diet Keto bekerja dengan pembakaran energi yang berasal dari cadangan lemak dan asupan lemak di dalam tubuh. Jika konsumsi karbohidrat banyak, secara alamiah tubuh menghasilkan energi dari asupan karbohidrat tersebut. Jika mengganti pola makan dengan rendah karbohidrat maka tubuh akan memecah lemak sebagai bahan bakar penghasil energi.

Dengan diet keto, Anda tidak perlu menghitung jumlah kalori pada makanan, yang penting porsinya cukup. Tak perlu banyak berfikir ketika ingin makan sesuatu. Hal yang paling penting adalah konsumsi karbohidrat (nasi, jagung, kentang, tepung, roti, mi) lebih rendah dibandingkan konsumsi lemak (daging sapi, ikan, susu, ayam, telur). Tentu saja hal ini akan membuat Anda menjalani hari dengan lebih menyenangkan.

Bagaimana Memulai Diet Keto?

Setelah penjelasan sebelumnya, Anda menjadi tertarik bukan, untuk mencoba diet ini? Sebagai permulaan atau Fase Induksi, ada langkah – langkahnya tersendiri. Hal ini dikarenakan tubuh Anda akan kaget terhadap pola makan baru yang akan diterapkan. Berikut ini adalah cara diet keto untuk pemula:

1. Siapkan Mental

Jangan menyepelekan langkah pertama ini, karena nantinya Anda akan dihadapkan pertanyaan dari teman atau keluarga yang mungkin menentang pola makan ini. Selain itu, Anda juga harus memantapkan hati agar nantinya tidak tergoda makanan yang dilarang, seperti mie ayam dan gula-gula. Jika mungkin, carilah komunitas orang-orang yang menjalani diet rendah karbohidrat ini agar merasa tersupport satu sama lain.

Menyiapkan mental juga berarti juga menyiapkan diri atas resiko yang akan terjadi pada saat diet berlangsung. Pada fase awal perut sedikit bergejolak dan terasa sakit karena pola makan yang berubah memang wajar. Sedikit pusing dan lemas juga kerap kali terjadi di permulaan diet keto ini. Jadi, jangan sampai cheating dan cepat menyerah ya!

2. Mengatur Jam Makan

Walaupun Anda tergolong bebas memilih menu makanan, tapi bukan berarti Anda bisa makan setiap saat. Hentikan kebiasaan makan di atas pukul delapan malam. Usahakan jangan makan apapun setelah jam itu. Anda baru diizinkan untuk makan pukul dua belas siang. Jika Anda merasa berat, anggap saja Anda sedang berpuasa. Di waktu tersebut Anda tetap diperbolehkan untuk minum, jadi jangan khawatir.

Anda hanya boleh makan saat tengah hari sampai sebelum jam 8 malam. Semakin hari, usahakan perpanjang jam makan siang Anda. Misalnya selama tujuh hari makan pukul 12, lalu di hari kedelapan mulailah makan pukul 1 siang, di hari ke lima belas mulailah makan pukul 2 dan seterusnya.

3. Membuat Reminder (List Makanan)

Sebagai pengingat buatlah daftar list makanan apa saja yang boleh dan apa yang tidak boleh. Tulis pada selembar kertas, tempelkan pada tembok dapur, atau tulis pada notes handphone saja. Dalam fase induksi, usahakan besar asupan karbohidrat yang masuk dalam tubuh 20 gram saja. Untuk asupan lemak, asal porsinya lebih banyak. Lemak harus murni dari hewani, bukan olahan seperti sosis, nugget, dan bakso.

Jika memungkinkan buatlah daftar menu makanan dari hari pertama sampai hari ke sekian, agar mudah dalam anda mengatur menu diet keto yang akan disiapkan. Jika bingung, Anda bisa bertanya kepada dokter secara online atau konsultasikan kepada ahli gizi.

4. Konsumsi VCO dan IH

Untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mengadaptasikan tubuh pada pola makan diet keto, Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi Virgin Coconut Oil dan Immunator Honey. VCO diminum 4 – 6 kali sehari dengan takaran 2 sendok makan. Sedangkan IH diminum 4 – 6 kali sehari sebanyak setengah sendok teh.

Fase Lanjut (Konsolidasi dan Maintenance)

Setelah melewati fase induksi, Anda akan naik level ke fase konsolidasi dimana berat badan sudah menurun, gula darah nrmal, dan badan mulai terlihat proporsional. Perbanyaklah konsumsi sayur dan buah-buahan di fase ini. Cermatlah memilih buah dan sayur, jangan konsumsi buah tinggi karbohidrat. Di fase ini mungkin Anda mulai bosan dan memilih untuk mengakhiri saja, ingatlah jika mundur, Anda akan kembali gemuk.

Iklan

Tinggalkan komentar