Gejala Penyakit Tipes

Tifus (tipes) atau yang biasa disebut demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kebanyakan penderita penyakit ini yakni balita dan anak-anak yang kurang bisa menjaga kebersihan makanan, namun tidak menutup kemungkinan remaja dan orang dewasa juga bisa mengalaminya. Gejala tipes akan terdeteksi setelah bakteri mengalami masa inkubasi 1-2 minggu sejak masuk dalam tubuh.

Secara umum tubuh penderita tipes akan mengalami gejala demam tinggi yang disertai sakit kepala, sakit perut dan diare. Dan jika penderita terlambat ditangani maka bisa menyebabkan kematian. Meski bukan jenis penyakit menular, namun infeksi dari bakteri ini bisa ditularkan oleh si penderita. Untuk itulah orang yang terdiagnosa menderita penyakit ini harus dirawat di rumah sakit.

10 Gejala Tipes yang Wajib Diwaspadai

1. Demam Tinggi Terutama di Malam Hari

Gejala tipes yang paling umum yakni demam tinggi yang terjadi di malam hari dan cenderung turun di siang hari. Kondisi ini akan dirasakan ketika infeksi bakteri terjadi selama tiga minggu pertama. Suhu tubuh akan mengalami fase naik turun, bahkan bisa mencapai lebih dari 40°C.  Saat memasuki minggu ke-empat suhu tubuh menjadi normal yang merupakan fase kritis dari penyakit ini.

2. Muncul Ruam pada Kulit

Ketika suhu tubuh penderita tipes semakin tinggi maka akan muncul ruam berupa bintik-bintik merah (rose spot) di seluruh permukaan tubuh penderita. Namun lebih banyak berada di sekitar perut dan leher. Ruam ini berukuran 1-4 cm dan terlihat pada akhir minggu pertama. Ruam akan hilang dalam 5 hari ketika penderita telah sembuh dari penyakit tipes.

3. Sakit Kepala tak Tertahankan

Gejala lain penyakit tipes yakni sakit kepala yang luar biasa terutama menjelang sore sampai malam hari, mulai dari sekitar mata hingga ke belakang kepala. Infeksi bakteri saat petang akan kian meningkat sehingga kadar racun yang dikeluarkan juga bertambah. Untuk itulah penderita tipes lebih sering merasakan sakit kepala ketika di malam hari.

4. Sakit Perut disertai Rasa Mual dan Muntah

Efek inflamasi dari bakteri Salmonella yang menginfeksi usus akan menyebabkan si penderita mengalami sakit perut terutama di bagian perut sebelah kiri. Penderita akan merasakan perih, mules, melilit, dan kadang disertai rasa mual dan ingin muntah. Jika infeksi bakteri semakin bertambah maka radang di usus akan semakin parah dan membuat rasa sakitnya semakin tidak tertahankan.

5. Mengalami Konstipasi dan Diare

Kondisi saluran pencernaan yang bermasalah akibat infeksi bakteri juga menyebabkan pola buang air besar (BAB) menjadi tidak teratur. Pada orang dewasa, penyakit tipes lebih banyak menyebabkan konstipasi atau sembelit. Tekstur tinja menjadi keras dan membuat proses BAB terasa menyakitkan. Sedangkan pada anak-anak, penyakit tipes cenderung menyebabkan diare yang parah sehingga tubuh penderita menjadi lemas.

6. Kehilangan Nafsu Makan

Sistem imun tubuh penderita tipes yang mulai menurun akan diikuti dengan nafsu makan yang berkurang. Lidah si penderita akan terasa pahit dan tidak enak untuk dibuat makan, yang diakibatkan oleh saluran pencernaan yang tidak sehat. Ditambah lagi dengan rasa sakit kepala dan sakit perut yang tidak tertahankan sehingga penderita akan semakin malas untuk makan.

7. Batuk Kering

Penyakit tipes juga akan menyebabkan si penderita mengalami dehidrasi dan batuk kering yang parah terutama di malam hari. Kondisi ini biasanya terjadi pada minggu pertama masa inkubasi. Batuk kering yang terjadi juga tidak bisa disembuhkan dengan obat batuk biasa, dan kerap sekali menyebabkan penurunan berat badan akibat tubuh kekurangan cairan dan stamina untuk kembali pulih.

8. Lidah Berwarna Putih

Gejala tipes hampir sama dengan gejala sakit flu karena menyebabkan suhu tubuh menjadi tinggi disertai dengan rasa sakit kepala. Untuk membedakannya maka lihat permukaan lidah si penderita. Umumnya, kondisi lidah penderita tipes akan terlihat pucat atau berwarna putih di bagian permukaan sedangkan bagian samping masih berwarna merah muda. Kondisi ini menandakan jika saluran pencernaan si penderita sedang bermasalah.

9. Lelah dan Lemas

Tubuh penderita tipes akan mudah sekali lelah dan terlihat lemas. Hal ini disebabkan oleh nafsu makan yang berkurang sehingga asupan energi juga sedikit. Memasuki minggu ketiga, tubuh penderita akan lemas total dan sulit untuk dibuat berjalan dan bangun dari tempat tidur. Bahkan denyut nadi si penderita juga akan melemah setelah 20-25 hari masa inkubasi.

10. Linglung dan Suka Mengigau

Tipes yang semakin parah akan membuat si penderita sering merasa linglung, yakni merasa tidak tahu ia dimana dan sedang atau akan melakukan apa. Gejala lainnya dari penderita tipes yakni suka mengigau saat tidur yang dikarenakan oleh suhu tubuh yang kian meningkat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika memasuki minggu kedua ketika demam tinggi disertai kondisi sakit yang lebih parah.

Iklan

Tinggalkan komentar